Jokowi Bukan Islam, Benarkah.??? Kamu Wajib Baca - Pada dasarnya Ir. H. Joko Widodo, bersahabat disapa Jokowi, telah nampak jelas sebagai seorang muslim. Ia meperbuat shalat, umroh, ikut pengajian (majelis taklim) serta sebagainya. Faktor ini telah umum diketahui, keluarganya pun penganut agama Islam.
Akan tetapi, tetap ada segelintir umat Islam yang tak lebih mengerti aliran agamanya menuduh serta mengatakan Jokowi sebagai "kafir", hanya demi kepentingan politik (kekuasaan), sikap askegemaranyah serta kebencian yang tak terarah.
Padahal sebagai seorang muslim yang baik semestinya tak menuduh muslim lainnya dengan sebutan "kafir", faktor itu dilarang didalam aliran Islam, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad Saw. Inilah aliran Islam yang sesungguhnya. Mengkafirkan seorang muslim juga mempunyai konsekuensi yang besar, tergolong terhadap dia sendiri.
إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِأَخِيهِ يَا كَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهِ أَحَدُهُمَا
"Apabila seseorang mengatakan terhadap saudaranya, "Hai Kafir", maka kekafiran bakal kembali (menimpa) terhadap salah seorang di antara keduanya. (H.R. Imam Bukhari)
Takfir (mengkafirkan muslim lainnya) bukanlah tradisi Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja). Seorag muslim yang jelas-jelas bersaksi bahwa Tiada Tuhan tidak hanya Allah serta Muhammad adaah Utusan Allah, maka tak boleh dikafirkan. Bahkan seandainya pun ia meperbuat hal-hal yang diduga kufur, maka tak boleh dikafirkan selagi tetap dapat di takwil terhadap maksud yang lainnya. Serta seandainya pun diduga 99% seseorang telah kafir tetapi tetap ada 1% dugaan ia tetap beriman, maka ia tetap tak boleh dikafirkan.
Membuktikan dengan Buku Nikah Jokowi ?
Didalam fanpagenya PDI Perjuangan (17/5/2014) melansir scan Buku Nikah Jokowi karena berpendapat butuh menampilkannya dikarenakan maraknya fitnah yang dialamatkan terhadap capres mereka, Jokowi. Mereka ingin membuktikan bahwa Jokowi terbukti seorang muslim.
"Ini gambar akta nikah Jokowi serta Iriana. "Gambar ini terpaksa kita keluarkan supaya penyebar fitnah sadar"." tulis fanpage itu.
Sebetulnya, faktor itu tak butuh diperbuat apabila saja segelintir umat Islam tak sedang "sakit". Sayangnya, segelintir umat Islam terbukti sedang "sakit", mereka tak lagi menghiraukan kaidah-kaidah didalam agamanya yang melarang mengatakan serta menuduh muslim lainnya dengan sebutan "kafir". Nafsu politik serta kebencian yang berlebihan terlalu menguasai mereka jadi tak lagi berfikir jernih.
Habib Ali al-Jufri sempat mengatakan bahwa problem takfir terkait erat dengan 2 hal; pertama, kondisi kejiwaan (psikologis) yang kurang baik pada diri seseorang, serta kedua, memakai kondisi kejiwaan yang kurang baik itu di ranah politik. Menurut al-Jufri, sekarang kata 'kafir' dijadikan alat untuk intips-intips politik.
Itulah yang terbukti terjadi di Indonesia saat ini, 'kafir' dijadikan alat untuk menjatuhkan lawan politik, yang mana sewajibnya setiap Muslim berhati-hati dari membekas orang lain dengan cap "Kafir". Oleh karena itu pertanyaan apakah Jokowi itu muslim alias kristen alias lainnya merupakan pertanyaan yang tak butuh karena Jokowi jelas-jelas seorang muslim
Artikel keren lainnya: